Jumat, 23 November 2012
1. Olah Tubuh
Pemeran atau aktor adalah salah satu elemen pokok dalam
pertunjukan teater. Sebelum memainkan karakter, pemeran harus
menguasai tubunhya. Oleh karena itu, seorang pemeran harus ikhlas
belajar demi pencapaian kualitas tubuh agar enak ditonton. Proses
belajar penguasaan tubuh memerlukan waktu yang panjang dan secara
kontinu serta tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Pemeran harus
bersabar dan tidak boleh ada rasa jenuh dalam melakasanakannya.
Penampilan fisik pemeran dalam pentas berhubungan dengan
penampilan watak, sikap, gesture, dan umur peran yang digambarkan.
Hal ini juga sangat berhubungan dengan penampilan laku fisik yang
digariskan pengarang, sutradara, dan tuntutan peran. Tampilan fisik
seorang pemeran adalah tanggungjawab pribadi pemeran.
Seorang pemeran adalah seorang seniman yang memainkan
peran yang digariskan oleh penulis naskah dan sutradara. Untuk
mewujudkan laku peran di atas pentas, pemeran harus mengetahui,
memahami, dan memfungsikan dengan baik alat dan sarana yang akan
dipergunakan. Alat dan sarana tersebut adalah tubuh dan jiwanya sendiri.
Tidak ubahnya seorang pelukis yang memahami fungsi dan manfaat dari
kuas, palet, pensil, cat, kanvas, dan figura. Begitu juga dengan seorang
pemeran, dia harus tahu betul cara berjalan yang gagah, jalannya orang
yang sudah sangat tua, cara membungkuk, cara menengok, cara
melambai, bagaimana posisi punggungnya, dan lain-lain. Oleh karena
tubuh pemeran sangat dominan di atas pentas, maka penguasaan tubuh
menjadi kewajiban.
Tubuh manusia terdiri dari tulang, urat, dan otot-otot sebagai
penghubungnya. Tulang manusia terdiri dari ratusan jenis, mulai tulang
tengkorak, tulang leher, tulang badan, tulang tangan, tulang pinggul, dan
tulang kaki. Bagian yang paling penting dari tubuh manusia adalah tulang
belakang atau tulang punggung. Tulang punggung terdiri dari dua puluh
empat buah ruas asli dan sembilan buah ruas palsu (semu). Ruas asli
dipisahkan satu dengan yang lain melalui tulang rawan (cartilago) yang
berbentuk piringan dan berfungsi untuk memudahkan gerakan tulang
satu dengan yang lain. Sedangkan 9 buah ruas palsu menyatu dalam
satu kesatuan sehingga tidak memungkinkan untuk menimbulkan gerak.
Tulang punggung juga berfungsi sebagai tangkai dari jalinan urat saraf.
Pusat saraf terdiri dari otak dan jaringan urat saraf tulang
belakang. Tulang yang berhubungan langsung dengan tulang belakang
adalah tulang belikat (Scapula), dan tulang pinggul (Coxae). Cara
berbaring, duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, dan jatuh sangat
dipengaruhi oleh tulang belakang. Elastisitas atau kelenturan tulang
belakang berfungsi sebagai peredam goncangan atau shock breaker
tubuh.
Dalam pemeranan, posisi tulang belakang dapat menyampaikan
pesan atau gambaran pada penonton berbagai kondisi yang dialami.
Gambaran ketika sedang tegang atau tenang, letih atau segar, tua atau
muda sangat dipengaruhi oleh posisi tulang belakang. Tulang belakang
juga membantu keberlangsungan perubahan sikap tubuh dan bunyi
suara. Secara anatomis bagian-bagian tulang terdiri dari beberapa
bagian, yaitu:
Kelompok tulang kepala atau tengkorak (cranium).
Tujuh buah ruas tulang tengkuk atau leher (vertebra
cervicalis).
Dua belas buah ruas tulang belakang atau punggung (vertebra
horacalis).
Lima buah ruas tulang pinggang (vertebra lubalis).
Lima buah ruas yang bersatu tulang kelangkang (os sacrum).
Empat buah ruas yang bersatu tulang ekor (os coccygis).
Kelompok tulang tangan(extremitas superior).
Kelompok tulang kaki (extremitas inferior).
Kelompok tulang dada.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar